Program Dukungan Psikososial (PSP/ Psychosocial Support Program) PMI adalah salah satu bentuk Pelayanan PMI yang di tujukan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana, staf & relawan serta pekerja expatriat. Dukungan Psikososial diberikan kepada orang yang sumber masalahnya merupakan hasil interaksi dari lingkungan terhadap diri. Pada situasi Bencana, PSP dapat diberikan pada fase mana saja (fase emergensi hingga fase rekonstruksi) tetapi bentuknya akan berbeda-beda. untuk fase emergensi PSP akan lebih banyak dilakukan dengan PFA(psychological First Aid/Pertolongan Pertama Psikologis)atau kegiatan psikoedukasi( pemberian informasi mengenai hal-hal yang dianggap dapat memberikan dampak negatif bagi masyarakat yang terkena bencana, mis: isu bencana, reaksi psikologis yang muncul pasca bencana, dll, disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Sedangkan untuk fase rekonstruksi, umumnya masyarakat sudah dapat beraktivitas secara sosial, sehingga PSP dilaksanakan lebih pada suatu kegiatan kemasyarakatan (Community based). Aktivitas PSP harus dibedakan menurut usia perkembangan, karena bentuk aktivitasnya akan berbeda-beda : 1. Anak-anak, mis: bermain bola, menggambar, dll. 2. Remaja, mis: membentuk tim olahraga, mengaji, dll. 3. Wanita dewasa, mis: menjahit, arisan, dll 4. Pria dewasa, mis: membuat kerajinan, koperasi, dll. 5. Lansia, mis: menganyam, menyulam, dll. Kegiatan ini disesuaikan dengan: Kebiasaan,kebudayaa n dan kebutuhan dari masyarakat itu sendiri Kita tidak datang ke suatu lokasi bencana hanya untuk melakukan aktivitas, tetapi kita datang berdasarkan kebutuhan psikososial yang ada, asesmen harus kuat sehingga kita benar-benar mengetahui kebutuhan psikososial yang ada pada masyarakat. Semua kegiatan yang dilaksanakan diatas bertujuan untuk mengembalikan fungsi sosial masyarakat yang hilang setelah bencana, yang secara langsung maupun tidak memberikan dampak psikologis kepada masyarakat.




20 Januari, 2012 pukul 8:46 am
Bagaimanakah caranya supaya kegiatan pelatihan spesialisasi PSP dapat dilaksanakan diPD Papua dan Papua Barat mengingat Personil Spesialisasi PSP di kedua PD dimaksud hanya berjumlah 3 0rang yg aktif dan terdaftar/tersertifikasi secara Nasional,jika boleh tahun ini diselenggarakan biar kegiatan PSP di PD Tanah Papua dapat berjalan dengan baik dan kami putera daerah Papua asli dapat di berdayakan dengan baik oleh PMI,,,,,,…….Thanksssss